Pasangan Merawat 13 Boneka Bayi Sebagai Latihan Menjadi Orang Tua

Untuk mempersiapkan diri menjadi orang tua, pasangan Jess Ellis (27) dan tunangannya, Avery Raassen (33), telah mengambil pendekatan yang unik. Mereka saat ini menjalani latihan sebagai orang tua dengan merawat 13 boneka bayi layaknya mereka adalah anak kandung.


Kisah ini bermula saat Jess Ellis memutuskan untuk mengisi waktu selama puncak pandemi Covid-19 pada Mei 2020. Ellis, yang selalu menyukai bayi dan merasa terhibur saat menggendong mereka, membeli 'bayi' pertamanya yang bernama Rebecca dengan harga sekitar $300 (sekitar Rp 4,4 juta).


Dari sinilah, obsesi mereka berkembang. Boneka bayi kedua, yang bernama Sam dan dikatakan baru lahir, dibeli pada November 2020 dengan harga hampir $700 (sekitar Rp 10,2 juta). Ellis pun telah menghabiskan sekitar $7.500 untuk koleksi boneka bayi mereka.


Koleksi mereka termasuk bayi-bayi dengan nama seperti June (1 bulan), Brooklyn (8 bulan), Manuela (baru lahir), Zain (3 bulan), Lilly (baru lahir), Annalese (baru lahir), Aria (baru lahir), Charlie (1 tahun), Pippa (1 tahun), dan Juni (4 tahun). Bayi boneka termahal dalam koleksi mereka adalah Cookie, bayi perempuan prematur yang dihargai sekitar $2.100.


Meskipun 13 boneka ini hanyalah mainan, Ellis dan Raassen menganggap mereka sebagai anak-anak mereka sendiri. Ellis bahkan mengakui bahwa terkadang dia melihat boneka-boneka ini dengan cara yang membuatnya merasa seperti membodohi dirinya sendiri, seolah-olah boneka-boneka tersebut adalah nyata.


Menurut Ellis, memegang dan merawat boneka-boneka ini memiliki efek terapeutik yang membantu mengatasi stres dan kecemasan. Dalam beberapa hal, ini juga membantu mereka dalam persiapan menjadi orang tua.


Ketika membawa boneka-boneka ini keluar di tempat umum, mereka kadang-kadang disalahartikan sebagai bayi sungguhan. Namun, respons mereka tergantung pada situasi dan apakah mereka memiliki waktu untuk menjelaskan bahwa boneka-boneka tersebut hanya mainan.


Avery Raassen, tunangan Ellis, juga mendukung obsesi ini. Bahkan, dia membantu mengganti popok dan mendandani boneka-boneka tersebut. Raassen yang sebelumnya belum pernah mengganti popok atau menggendong bayi sungguhan, menganggap pengalaman ini sebagai pelajaran yang berharga.


Selama pandemi COVID-19, Ellis merasa enggan meninggalkan rumah, sehingga Raassen membelikan kereta dorong untuk membawa boneka-boneka tersebut berjalan-jalan di taman setempat. Namun, Ellis mengakui bahwa terkadang ia masih mengajak boneka-boneka ini keluar karena kesenangan saat mendorong kereta dorong.


Meskipun Ellis dan Raassen ingin memiliki anak sendiri, mereka merasa bahwa mereka belum sepenuhnya siap. Oleh karena itu, mereka melihat 13 boneka bayi ini sebagai latihan yang membantu mereka mempersiapkan diri menjadi orang tua.


Menariknya, Ellis juga telah berhasil menghasilkan uang dari obsesinya ini. Dia membuat dan menjual boneka reborn kepada komunitas online reborn. Hingga saat ini, Ellis telah membuat 14 boneka dan berhasil menjualnya dengan harga kurang dari $250 per boneka. Dalam empat bulan terakhir, dia telah meraup pendapatan sekitar $2.500 dari bisnis ini, dengan setiap boneka memakan waktu sekitar tiga minggu untuk dibuat.

Iklan Atas Artikel

SPONSOR

Iklan Tengah Artikel 1

Sponsor

Iklan Tengah Artikel 2

SPONSOR