Inilah Hadits-hadits Palsu yang Menjelaskan Keutamaan Bulan Rajab

Bulan Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram di dalam Islam. Ibadah dalam bulan ini  sangat besar pahalanya.

Imam al-Qurthubi menjelaskan bahwa berbuat dosa pada bulan haram hukumannya dilipatgandakan sebagaimana pahala amal saleh dilipatgandakan.

DR Ahmad Lutfi Fathullah memaparkan hadis palsu mengenai bulan Rajab

.”Sesungguhnya Rajab itu bulannya Allah dan Sya’ban itu bulanku dan Rama dhan itu bulan umatku.”

Hadis di atas dianggap maudu’ atau palsu oleh Ibnu al-Jawzi, Ibn Qayyim, Ibn Hajar, dan banyak ulama hadis lain.

Hadis itu dianggap  palsu disebabkan ada  nama Ali ibn Abdullah ibn Jahdam al- Suda’i atau Ibn Jahdam.

Orang itu dianggap  pendusta oleh beberapa ulama. Dan beberapa perawi lainnya dalam sanad ini tidak dikenal.

Bahkan ada beberapa ulama hadis yang menyampaikan  mereka belum dilahirkan.

“Barang siapa yang menghidup kan (dengan ibadah) malam pertama pada bulan Rajab maka hatinya tidak akan mati ketika ha ti-hati mati.

Allah akan taburkan kebaikan dari atas kepalanya dan dia akan keluar dari dosa-dosa nya bagaikan baru dilahirkan dari rahim ibunya,

dan dia akan diberikan hak untuk memberi syafaat kepada 70 ribu orangorang yang berdosa yang sudah harus masuk neraka.”

Dalam hadis tersebut tidak ditemukan perawi, juga dalam kitab karangan Ibn Hjar dan Ali al-Qari yang menjelaskan bulan Rajab.

Hadis itu juga dianggap  palsu karena tidak ada hadis tentang keutamaan bulan Rajab, berpuasa, di hari-hari tertentu, serta  beribadah pada malam khusus pada bulan itu.

Mendapat  status palsu juga karena tidak terdaftar pada beberapa hadis dhaif yang disebutkan Ibnu Hajar.

“Barang siapa yang shalat setelah Maghrib pada malam bulan Rajab, 20 rakaat, membaca setiap rakaatnya surat Alfatihah dan al- Ikhlas, dengan 10 salam, maka Allah akan menjaganya dan men jaga orang, rumah, dan keluarganya dari bala dunia dan azab akhirat.”

Menurut al-Jawzi memaparkan hadis itu diriwayatkan oleh al-Jawzaqani dari Anas ibn Malik.

Juga beberapa ulama seperti Ibn al-Jawzi, Ibn Qayyim, Ibn Hajar, hsampai al-Suyuti. Dan para perawi dalam sanad hadis itu  tidak dikenal.

Artikel Asli

Iklan Atas Artikel

SPONSOR

Iklan Tengah Artikel 1

Sponsor

Iklan Tengah Artikel 2

SPONSOR