Cahaya di Dunia dan Akhirat adalah Sholat

Cahaya di Dunia dan Akhirat adalah Sholat

Bersegeralah berbuat kebaikan, karena akan muncul fitnah bagaikan malam yang gelap gulita( HR. Ahmad). Demikian penggalan pesan Rasulullah SAW tentang keadaan dunia pada akhir jaman.

Akhir jaman yang ditafsirkan dalam hadis- hadis nubuwat( berita akhir jaman), penuh kemaksiatan serta huru- hara. Perzinahan serta kecabulan, khamar, pembunuhan, dikhianatinya orang- orang yang amanah, timbulnya pemimpin yang kurang baik lagi fasik, mudahnya terputus tali persaudaraan serta lain sebagainya.

Maksiat merupakan kezaliman serta kezaliman merupakan kegelapan, kegelapan hati yang buatnya buta( QS. Al- Haj: 46). Hati yang buta tidak dapat membedakan yang hak dengan yang batil, yang benar dengan yang salah, apalagi sebaliknya akan menganggap kemungkaran sebagai kema’ rufan dan sebaliknya kema’ rufan sebagai kemungkaran.

Seperti itu kegelapan dunia akhir jaman, kegelapan yang membuat banyak orang tersesat dari jalur yang lurus, tergelincir dari kebanaran, masuk serta bergelimang dalam kemaksiatan serta kebatilan. Dalam suasana semacam itu, pasti cuma cahaya yang dapat menyelamatkan seorang.

Itu merupakan cahaya bashirah( mata batin), cahaya yang dapat dikumpulkan seorang dengan melaksanakan kebaikan, serta tonggak kebaikan itu yaitu shalat. Hingga sholat merupakan cahaya( HR. Muslim dan Ahmad). Orang yang mengerjakan sholat dengan disiplin serta khuyu’, dialah yang yang hendak memiliki modal cahaya buat dapat selamat dalam kegelapan dunia akhir jaman, sebab dengan sinar itu ia tercegah dari kekejian serta kemungkaran( QS. Al- Ankabut: 45)

Tidak hanya bagaikan cahaya penyelamat dari kegelapan dunia, shalat pula ialah cahaya yang hendak menyelamatkan seorang dalam kegelapan akhirat. Barang siapa yang melindungi shalat 5 waktu, nanti di hari kiamat bakal memiliki cahaya, burhan( bukti buat selamat) dan keselamatan, serta siapa yang tidak menjagaanya nanti tidak bakal memperoleh sinar, burhan serta keselamatan, serta dia hendak bersama Haman, Qarun, Fir’ aun ataupun Ubay bin Khalaf.( HR. al- Baihaqi).

Tiap kezaliman serta kamaksiatan di dunia hendak jadi kegelapan di akhirat( HR. Bukhari dan Muslim), kegelapan yang membuat pelakunya sengsara di mahsyar, menderita kala dihisab serta gagal kala melewati shirath. Dia bangkit dengan muka gelap gulita, tidak memiliki cahaya sampai tidak dapat dibantu syafa’ at Rasulullah.

Beruntunglah orang- orang yang melindungi shalatnya di dunia, sebab sahalatnya jadi cahaya penyelamat menurutnya dalam kegelapan akhirat. Dia bangkit dengan muka penuh sinar( QS, Ali Imran: 106), anggota wudhu’ nya terang berkilau( HR. Aththabrani), sampai dikenal Rasulnya yang berkenan membagikan syafa’ at.

Kesimpulannya dia bakal selamat dalam hisab, selamat meniti shirath, untuk setelah itu menikmati kebahaagian abadi dalam surga rabbul‘ Izzati. Qad aflahal Mukminuun, Allazzina hum fi shalatihim khasy’ uun.( QS, al- Mukminun; 1- 2).(*) 

Iklan Atas Artikel

SPONSOR

Iklan Tengah Artikel 1

Sponsor

Iklan Tengah Artikel 2

SPONSOR