Suami, Beginilah Cara Menasihati Istri yang Sering Marah-marah



 Pernikahan antara dua insan adalah hal yang saling melengkapi. Seperti Allah berfirman, laki-laki itu pelindung bagi perempuan. Memahami bahwa suami adalah pelindung istri, maka laki-laki seperti payung atau pakaian yang melindungi istri dari panas dan hujan.


Laki-laki atau suami melindungi rumah tangga dari serangan musuh. Untuk itu, laki-laki diciptakan menjadi karakter yang kuat, memberi rasa aman, namun tetap lembut kepada anak dan istrinya. Sementara istri, dijadikan Allah belahan jiwa seorang suami, yang lemah dan lembut.


Untuk itu, wajar kiranya jika seorang istri kerap tak dapat menahan emosinya, karena mereka ini kaum yang lemah, baik secara jasmani, rohani maupun wawasan.


Para suami hendaknya dapat lebih sabar dan kuat saat menghadapi kemarahan istri. Jika dapat dikatakan, suami harus memiliki kesabaran yang berkali lipat levelnya di atas kesabaran istri.


Sementara batas kemarahan suami, harus juga berada tiga level di bawah level kemarahan istri. Saat sang istri sedang marah, suami tak lantas berbalik marah kepada mereka.


Dalam Islam, ketika marah maka diam dan bersabarlah. Lantas, bagaimana cara suami menghadapi istri yang sedang marah? Berikut ini cara suami menghadapi istri yang sedang marah yang dirangkum dari tulisan Ustazah Kingkin Anida.


1. Berilah Istri Waktu Istirahat dan Bantulah Pekerjaan Rumah Tangga

Suami, cobalah beri istrimu waktu istirahat atau tidur yang cukup. Bantu beberapa pekerjaan rumah yang memerlukan tenaga yang besar seperti mengepel lantai, menyetrika pakaian dan menyikat kamar mandi. Kisahkan tentang surga bagi istri yang menahan amarah, sebagaimana sabda Nabi ,


“Janganlah marah maka bagimu surga”. Tentunya nasehat ini diberikan padanya tidak dihadapan anak atau orang lain. Mengapa? Ya karena nasehat didepan selain dirinya, hanya akan menimbulkan “defence mechanism”. Dia semakin bertahan kuat dan nusyuz (membantah).


2. Beri Gambaran Tentang Sifat Wanita Penghuni Surga

Gambaran yang jelas tentang wanita surga itu lemah lembut, sabar dan cantik, tentu menambah kuat nilai sebuah nasehat. Setiap wanita pada dasarnya cantik.


Tak ada wanita yang jelek. Seorang wanita kelihatan jelek saat dia terjebak pada kemarahan. Kemarahan juga hanya akan menambah daftar penyakit masuk kedalam tubuh.


3. Bantu Istri Mengatasi Marah Sesuai Ajaran Rosulullah

Bila dia mau untuk bersabar tapi tak mampu melakukannya, maka seorang suami bisa menawarkan diri sebagai “Coach” yang akan membantunya dengan mengingatkan agar istri saat marah segera memegang dadanya lalu berta’awudz, menarik nafas, melepasnya dan beristighfar. Merubah posisi. Mengambil wudhu dan membaca Al Qur’an.


4. Berilah Kesempatan Pada Istri Untuk Keluar Rumah

Kemudian, coba berilah kesempatan pada istri untuk keluar rumah, ikut Majlis Ta’lim. Hadir di Majlis taklim itu seakan piknik atau rihlah ruhiyah.


Menyegarkan hati yang penat. Atau bersama ke toko Buku dan menghadiahkan kepadanya buku atau Majalah tentang Pendidikan Anak dalam Islam.


5. Peluk Dia dan Bacakan Ayat Perlindungan

Jika rangkaian hal tersebut terlalu panjang tahapannya dan ia membantah begitu diingatkan, maka saat itu segeralah peluk dia dan bacakan ayat perlindungan (surat-surat muawidzatain yaitu an-Nas dan al-Falaq).


Jangan lupa godalah untuk bisa tersenyum! Pastikan bahwa kondisi suami juga dalam kelapangan dada. Dalam hubungan yang dekat dengan Allah Yang Maha Bijaksana.


6. Bila Istri Mengulang Kembali Marah-marahnya, Maka Punggungi Dia Ditempat Tidur

Jika kelima cara di atas belum berhasil, coba untuk memunggunginya di tempat tidur jika ia mengulang kembali marahnya.


Hal ini untuk menunjukkan perasaan suami namun dengan catatan suami tidak perlu pindah ranjang atau meninggalkan rumah maupun tidak bicara sama sekali dengan istri. Dengan membelakangi istri, kemungkingan dia akan merasa sedang ditegur.


7. Kemarahannya Bisa Mematikan Cinta

Jelaskan padanya bahwa para suami menginginkan kebaikan dan kelembutan tumbuh dalam diri istri. Bahkan kemarahan yang terus menerus bisa mematikan cinta.


Tiadanya cinta dalam perkawinan akan menurunkan gairah bersama. Menjadikan malam malam dalam kehidupan perkawinan, bak siksaan. Seperti tersiksanya hati seorang Ayah mendengar kabar bahwa anak perempuannya dalam kesakitan, kesedihan, dan penderitaan hidup.


8. Memukul Dengan Ringan Tanpa Menyakitkannya

Memukul dengan ringan, kemungkinan bisa menjadi jalan keluar sebagaimana yang pernah dilakukan Nabi Ayyub kepada istrinya. Dalam hal ini adalah sunnah untuk menghukum istri dengan cara memukulnya.


Pilihlah waktu pelaksanaan memukul, yaitu diwaktu hati suami sedang tenang, sehingga pukulan tak menyakitkan. Memilih alat pukul yang ringan seperti koran, sajadah, jilbab, atau perlengkapan sholat lainnya. Sampaikan terlebih dulu bahwa itu dilakukan sebagai jalan keluar terakhir sesuai perintah Allah dalam surat an-Nisa ayat 34.


الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

“Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang shalih adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Mahatinggi, Mahabesar.” (QS. an-Nisa : 34)


Setiap wanita yang mempunyai kelembutan meski sebesar dzarrah dalam hatinya tentu akan pelan pelan berubah dengan nasehat-nasehat tersebut diatas. Memerlukan waktu yang agak panjang untuk hal itu. Untuk itu, diperlukan kesabaran tingkat tinggi dari suami dalam menghadapi kemarahan istri.


Artikel Asli

Iklan Atas Artikel

SPONSOR

Iklan Tengah Artikel 1

Sponsor

Iklan Tengah Artikel 2

SPONSOR