7 Fakta Nisfu Sya'ban, Malam Diangkatnya Amal

Malam Nisfu Sya'ban tahun ini jatuh pada 8 April 2020. Malam Nisfu Sya'ban merupakan malam yang dinanti menjelang bulan Ramadan. Bulan Syaban merupakan salah satu bulan istimewa karena berada di antara dua bulan mulia, Rajab dan Ramadan.

Di malam Nisfu Sya'ban banyak orang berlomba untuk melakukan amalan-amalan baik. Amalan ini seperti berpuasa, zikir, dan salat malam.

Malam Nisfu Sya'ban dikenal sebagai malam penuh ampunan dan hidayah. Rasulullah SAW juga berpesan agar umat Islam tidak melewatkan bulan syaban begitu saja. Lalu apa saja keistimewaan malam Nisfu Sya'ban yang jatuh pada malam ini?

Berikut 6 fakta mengenai malam Nisfu Sya'ban, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu(8/4/2020).

Jatuh tiap 15 Syaban
Secara harfiah Nisfu Sya'ban berarti pertengahan bulan syaban. Malam Nisfu Sya'ban jatuh tiap tanggal 15 Syaban dalam kalender hijriyah. Di arab, malam ini juga dikenal sebagai Laylatul Bara’ah atau Laylatun Nisfe min Sha’ban.

Umat Islam percaya bahwa malam Nisfu Sya'ban merupakan "malam pengampunan dosa", "malam berdoa" dan "malam pembebasan". Malam Nisfu Sya'ban kemudian terus diperingati dengan melakukan amalan-amalan saleh seperti zikir dan salat.

Malam di mana Allah turun ke langit dunia
Saat malam Nisfu Sya'ban, umat Islam juga percaya bahwa Allah akan turun ke bumi dan memberi ampunan, rahmat, serta rezeki bagi hambanya yang menghidupkan malam nifsu syaban.

Dalam hadis Ali, Rasulullah bersabda: "Malam nisfu Sya'ban, maka hidupkanlah dengan salat dan puasalah pada siang harinya, sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam itu, lalu Allah bersabda: "Orang yang meminta ampunan akan Aku ampuni, orang yang meminta rezeki akan Aku beri dia rezeki, orang-orang yang mendapatkan cobaan maka aku bebaskan, hingga fajar menyingsing." (H.R. Ibnu Majah dengan sanad lemah)

Bulan diangkatnya amalan-amalan
Dalam hadis riwayat Abu Dawud dan Nasai, Rasulullah Muhammad SAW bersabda,

"Bulan Syaban adalah bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadan. Bulan Syaban adalah bulan diangkatnya amal-amala. Karenanya, aku menginginkan pada saat diangkatnya amalku, aku dalam keadaan sedang berpuasa."

Hadis di atas menunjukkan Syaban merupakan bulan diangkatnya amal manusia. Oleh sebab itu, sangat dianjurkan seorang Muslim mengisi Syaban dengan amalan-amalan mulia.

Malam malaikat menyerahkan catatan amal pada Allah
Sebagian besar umat Islam meyakini, pada malam ini dua malaikat pencatat amal, Raqib dan Atid, menyerahkan catatan amal manusia kepada Allah SWT. Kemudian, buku catatan amal diganti dengan yang baru.

Ulama besar Al Ghazali menjelaskan pada 13 Sya'ban, Allah memberikan sepertiga syafaat kepada hamba-Nya dan pada malam ke-14, syafaat diberikan sepenuhnya. Ketika jatuh tanggal 15, umat Islam mendapat banyak sekali kebaikan sebagai penutup catatan amalnya. Sehingga saat dinaikkan, catatan amal manusia penuh dengan kebaikan.

Pada bulan Syaban, Allah menurunkan segala kebaikan berupa safaat (pertolongan), maghfiroh (ampunan), serta pembebasan dari api neraka. Sehingga, umat Islam sebisa mungkin tidak melewatkan Syaban begitu saja.

Sejumlah ulama juga menyatakan bahwa malam nifsu syaban merupakan malam di mana Allah memberi pengampunan pada seluruh umat di bumi, termasuk pada hamba-Nya yang saleh.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam At-Thabrani dan Ibnu Hibban dari Mu‘adz bin Jabal menyebutkan:

“Allah memandang semua makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban kemudian mengampuni dosa mereka kecuali dosa musyrik dan dosa kemunafikan yang menyebabkan perpecahan.”

Sama baiknya dengan malam Lailatul Qadar
Cara Rasulullah Sambut Lailatul Qadar
Sama baiknya dengan malam lailatul qadar / Sumber: iStcokphoto
Malam Nisfu Sya'ban dianggap sama baiknya dengan malam lailatul qadar. Di malam ini Allah SWT menurunkan banyak rahmat dan ampunan.

Berbeda dengan Lailatul Qadar yang jatuhnya tidak dapat dipastikan, malam Nisfu Sya'ban sudah pasti jatuh pada 15 syaban. Ini membuat umat islam bisa pasti mendapatkan keutamaan Nisfu Sya'ban dengan mengamalkan ibadah dan kebaikan.

Bulan untuk mempersiapkan Ramadan
Amalan di Malam Lailatul Qadar
Bulan untuk mempersiapkan Ramadan/ Sumber: iStockphoto
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan pengakuan Aisyah, bahwa Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa (sunnah) lebih banyak daripada ketika bulan Syaban. Puasa sunah di bulan Syaban juga bisa mempersiapkan umat Islam sebelum datangnya puasa Ramadan.

Bulan syaban bisa menjadi bulan untuk mempersiapkan datangnya bulan Ramadan. Di bulan ini umat Islam dianjurkan untuk melakukan berbagai amalan baik untuk menyambut bulan Ramadan.

Doa Malam Nisfu Syaban

"Allaahumma yaa dzal manni walaa yumannu alaika ya dzal jalaali wal ikraam, Yaa dzath thauli wal in aam laa ilaaha illaa anta, dhahrul laajiin, Wa jaarul Mustajiiriin, Wa amaanul khaa ifiin.

Allahumma in kunta katabta nii indaka fii ummil kitaabi syaqiyyan aw mahruuman aw mathruudan aw muqtarran alayya fir rizqi famhu.

Allaahumma bi fadllika syaqaawatii wa hirmaanii wa thardii waq titaari rizqii wa ats-bitnii indaka fii ummil kitaabi sa 'iidan marzuuqan muwaf faqal lil khairaat. Fa innaka qulta wa qaulta wa qaulukal haqqu fii kitaabikal munazzali 'alaa nabiyyikal mursali, yamhul laahumaa yasyaa u wa yutsbitu wa indahuu ummul kitaabi.

Ilaahii bittajallil Aadhami fii lailatin nishfi min syahri syabaanil mukarramil latii yufraqu fiihaa kullu amrin hakiim wa yubram ishrif annii minal balaa i maa alamu wa maa laa alam wa anta allaamul ghuyuubi birahmatika yaa arhamar raahimiin.

Wa sallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadiw wa 'alaa aalihii wa sahbihi wa sallama."

Artinya:

"Ya Allah Tuhanku, wahai Yang memiliki anugerah dan tiada yang memberi anugerah kepada-Mu, wahai Yang mempunyai keagungan dan kemuliaan, wahai yang mempunyai kekuasaan dan yang memberi nikmat, tiada Tuhan yang berhak di sembah kecuali Engkau, tempat bernaung bagi orang-orang yang mengungsi, tempat berlindung bagi orang-orang yang memohon perlindungan dan tempat yang aman bagi orang-orang yang ketakutan.Ya Allah Tuhanku, jika Engkau telah menetapkan diriku di dalam Ummul Kitab (Lauh Mahfuz) yang berada di sisi-Mu sebagai orang yang celaka, terhalang, terusir atau disempitkan rezekinya sudilah kiranya Engkau menghapuskan.

Ya Allah Tuhanku, berkat karunia-Mu apa yang ada dalam Ummul Kitab yaitu perihal diriku sebagai orang yang celaka, terhalang, terusir dan sempit rezeki. Dan sudilah kiranya Engkau menetapkan di dalam Ummul Kitab yang ada di sisi-Mu agar aku menjadi orang yang berbahagia, mendapat rezeki yang banyak lagi beroleh kesuksesan dalam segala kebaikan. karena sesungguhnya Engkau telah berfirman di dalam kitab-Mu dan firman-Mu adalah benar yang diturunkan melalui lisan Nabi yang Engkau utus, Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan, dan di sisi-Nya ada Ummul Kitab.

Ya Tuhanku, Berkat penampilan yang maha besar (dari rahmat-Mu) pada malam pertengahan bulan sya'ban yang mulia ini diperincikanlah segala urusan yang ditetapkan dengan penuh kebijaksanaan. Sudilah kiranya Engkau menghindarkan diriku dari segala bencana yang aku ketahui dan yang tidak ku ketahui serta yang lebih Kau ketahui (dari diriku), dan Engkau Maha Mengetahui segala yang gaib, berkat rahmat-Mu wahai yang maha penyayang diantara para penyayang.

Dan semoga Allah melimpahkan rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya, semoga Dia melimpahkan salam sejahtera (kepada mereka)."

Artikel Asli

Iklan Atas Artikel

SPONSOR

Iklan Tengah Artikel 1

Sponsor

Iklan Tengah Artikel 2

SPONSOR