Ternyata Zaman yang Paling Ditakuti Nabi Muhammad Itu Kini Sedang Berlangsung

Buat renungan berbarengan menimpa kondisi akhir era dan juga pertanda­pertanda kiamat menurut abu hurairah radhiyallahu anhu, bahwasanya rasulullah saw bersabda “jika masih ada seorang mengatakan, poly orang telah rusak, sampai orang yg mengatakan itu seorang diri yg amat rusak di antara mereka” (hr muslim)

ahli ibadah yg jahil dan jua ulama yg fasik
anas radhiyallahu anhu mengatakan, rasulullah saw bersabda “akan masih ada pada akhir era rahib yang jahil & pula ulama yang fasik” (hr ibnu ady)

menjual agama karna dunia
berdasarkan abu hurairah radhiyallahu anhu, beliau berkata, rasulullah saw bersabda “akan keluar dalam akhir era orang­orang yg mencari laba dunia dengan menjual agama. Mereka berpakaian pada depan sahabat dengan baju yg terbuat dari kulit kambing (berpura­pura zuhud dari dunia) untuk memperoleh simpati masyarakat, dan juga istilah mereka lebih anggun berdasarkan gula.

Ad interim itu hati mereka merupakan hati serigala. Allah swt berfirman pada mereka “apakah kalian tertipu menggunakan kelembutanku? Ataukah kalian sangat berani berbohong kepadaku? Demi kebesaranku, aku  bersumpah hendak merendahkan sesuatu fitnah yg hendak terjalin di golongan mereka seseorang diri, sampai – sampai orang yg alim (cendikiawan) pula hendak jadi bimbang “ (hr tirmidzi)

pendusta dan jua pengkhianat
dari abu hurairah radhiyallahu anhu, dia menyampaikan, rasulullah saw bersabda “akan datang kepada manusia tahun­tahun yang penuh dengan tipuan. Pada saat itu oleh pendusta dikatakan sahih dan pula orang yg sahih dikatakan dusta . Pengkhianat hendak disuruh memegang amanah dan jua orang yang amanah dikatakan pengkhianat.

Dan jua yang berkesempatan berdialog (berupaya membetulkan) cumalah kalangan “ruwaibidhah”. Teman bertanya “apakah ruwaibidhah itu wahai rasulullah? ” nabi saw menanggapi “orang kerdil, hina, & pula tidak mengenali gimana mengurus orang yg poly” (hr ibnu majah)

kefasikan merajalela
berdasarkan abu hurairah radhiyallahu anhu, bahwasanya rasulullah saw bersabda “bersegeralah kalian beramal waktu sebelum menemui fitnah (tes berat) seumpama malam yg amat hitam. Seseorang yg masih beriman pada saat pagi, setelah itu dalam waktu petang beliau sudah jadi kafir, ataupun seorang yang masih beriman pada ketika sore, sesudah itu pada keesokan harinya beliau telah jadi kafir. Ia sudah menjual agamanya menggunakan sedikit harta barang dunia “ (hr muslim)

penindasan terhadap umat islam
menurut tsauban radhiyallahu anhu. Beliau mengatakan, rasulullah saw bersabda “hampir tiba sesuatu era pada mana bangsa­bangsa dari segala global hendak datang mengerumuni kalian misalnya orang – orang yang kelaparan mengerumuni sisa sajian mereka” hingga galat seseorang sahabat bertanya “apakah karna kami sedikit dalam hari itu? ” nabi saw menanggapi “bahkan kalian dalam hari itu sangat poly, namun kalian umpama buih di saat banjir, & juga allah hendak mencabut kerasa gentar terhadap kalian dari hati musuh­musuh kalian, dan jua allah hendak melemparkan ke pada hati kalian penyakit ‘wahan’. Seseorang teman bertanya “apakah ‘wahan’ itu, wahai rasulullah? ” rasulullah menanggapi “cinta global dan pula cemas meninggal” (hr abu daud)

islam cuma tinggal nama
dari ali bin abi thalib radhiyallahu anhu. Dia berkata, telah bersabda rasulullah saw “telah kira – kira tiba sesuatu era, pada mana nir terdapat lagi berdasarkan islam kecuali cuma namanya, dan juga tidak masih ada lagi berdasarkan al­quran kecuali cuma tulisannya. Masjid­masjid mereka indah, namun kosong dari pemberian . Ulama mereka adalah sejahatjahat makhluk yg masih ada di dasar langit. Menurut merekalah keluar rekaan, & juga kepada mereka juga fitnah itu hendak berulang “ (hr albaihaqi)

budaya yahudi & jua nasrani
dari abu sa’id al­khudri radhiyallahu anhu. Ia menyampaikan, bahwasanya rasulullah saw bersabda “engkau  hendak menjajaki jejak umat­umat ketika sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, hingga – sampai jika mereka masuk ke lubang biawak sekalipun kalian hendak menjajaki mereka” sahabat bertanya “ya rasulullah! Apakah yahudi & pula nasrani yg tuan maksudkan? “nabi saw menjawab” siapa lagi? “ (hr muslim)

ulama nir dipedulikan
dari sahl bin saad as­sa ‘idi radhiyallahu anhu. Dia mengungkapkan, rasulullah saw bersabda “ya allah! Janganlah kamu membangun saya & juga gampang­mudahan kalian jua tidak berjumpa menggunakan sesuatu era pada mana para ulama telah nir diiringi lagi, & juga orang yg penyantun sudah nir dihiraukan lagi. Hati mereka serupa hati orang ajam, pengecap mereka serupa pengecap orang arab “ (hr ahmad)

ulama agama terus menjadi berkurang
berdasarkan abdullah bin amr bin ‘ash radhiyallahu anhu. Ia mengatakan, saya mendengar rasulullah saw bersabda “sesungguhnya allah swt nir hendak mencabut (menyirnakan) ilmu menggunakan sekalian dari manusia. Tetapi allah swt menyirnakan ilmu kepercayaan  dengan mematikan para ulama. Apabila sudah ditiadakan para ulama, orang poly hendak memilah orang­orang jahil bagaikan pemimpinnya. Kala pemimpin yang jahil itu ditanyakan, mereka hendak berfatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat & jua menyesatkan orang lain” (hr muslim)

kalangan anti hadits
dari miqdam bin ma’dikariba radhiyallahu anhu. Beliau berkata, bahwasanya rasulullah saw bersabda “hampir datang sesuatu era pada mana seseorang laki – laki yg lagi duduk bersandar di atas sofa kemegahannya, kemudian di informasikan kepadanya suatu hadis berdasarkan hadisku sampai beliau berkata” pegangan kami & pula kalian cumalah buku allah aja. Apa yg dihalalkan oleh al­quran kami halalkan. Dan pula apa yg dia haramkan kami haramkan “ (setelah itu nabi saw melanjutkan sabdanya) ” sementara itu apa yang dilarang rasulullah saw itu samalah hukumnya menggunakan apa yg diharamkan allah swt” (hr abu daud & pula ibnu majah)

berbangga­dangga menggunakan masjid
dari anas bin malik radhiyallahu anhu. Bahwasanya rasulullah saw bersabda “tidak terjalin hari kiamat hingga umatku bermegahmegah menggunakan bangunan masjid” (hr abu daud).

Tidak masih ada imam buat sholat berjamaah
berdasarkan salamah binti al­hurr radhiyallahu anhu. Dia berkata, saya mendengar rasulullah saw bersabda “akan datang sesuatu era, pada ketika itu orang banyak berdiri tegak sebagian usang, karna mereka tidak memperoleh orang yg mampu mengimami mereka shalat” (hr ibnu majah)

penyakit umat islam masa sekarang
berdasarkan abu hurairah radhiyallahu anhu. Ucapnya, aku  mendengar rasulullah saw bersabda “umatku hendak ditimpa penyakit ­penyakit yg sempat mengenai umat­umat terdahulu” sahabat bertanya “apakah penyakit­penyakit umat­umat terdahulu itu? ” nabi saw menanggapi “penyakit­penyakit itu adalah, 1. Sangat arogan , dua. Sangat elegan, tiga. Mengumpulkan harta sebanyak bisa jadi, 4. Tipu menipu dalam merebut harta barang global, 5. Silih memarahi, 6. Dengki­mendengki sampai – sampai jadi zalim menzalimi “ (hr hakim)

perangkap riba
dari abu hurairah radhiyallahu anhu. Ia berkata, rasulullah saw bersabda “akan datang sesuatu era, nir masih ada seorang juga kecuali ia ikut serta pada memakan harta riba. Bahwa dia nir memakannya secara langsung, beliau hendak terserang debunya “ (hr ibnu majah)

manusia nir hirau mengenai asal pendapatannya
berdasarkan abu hurairah radhiyallahu anhu. Ia menyampaikan, bersabda rasulullah saw, “akan datang sesuatu era seorang nir mempedulikan berdasarkan mana ia memperoleh harta, apakah berdasarkan sumber yang halal ataupun pula haram” (riwayat muslim)

banyaknya sumber mineral
berdasarkan ibnu umar radhiyallahu anhu. Ia berkata “pada sesuatu saat dibawa ke hadapan rasulullah saw sepotong emas. & pula emas itu adalah emas zakat yg kesatu sekali dilansir. Emas itu telah dibawa oleh bani sulaim berdasarkan tambang (galian) mereka. Sampai teman menyampaikan “wahai rasulullah! Emas ini adalah output tambang kita “kemudian nabi saw menjawab” nanti kalian hendak membentuk poly galian­galian, dan jua yang hendak mengelolanya merupakan orangorang yg jahat “ (hr baihaqi)

merebaknya khamar
menurut abu malik al­asy’ari radhiyallahu anhu. Katanya rasulullah saw bersabda “sesungguhnya hendak masih ada sebagian dari umatku yang meminum khamar & juga mereka menamakannya menggunakan nama yg lain. Sembari diiringi menggunakan alunan musik & juga suara biduanita. Allah swt hendak menenggelamkan mereka ke dalam bumi & pula allah swt hendak membarui mereka jadi monyet ataupun babi “ (hr ibnu majah)

maraknya perzinaan
berdasarkan anas radhiyallahu anhu. Dia mengatakan “saya hendak mendeskripsikan kepada kalian suatu hadis yg nir terdapat sahabat yg hendak menceritakannya sehabis saya. Saya mendengar rasulullah saw bersabda “di antara karakteristik kiamat adalah sedikit ilmu, poly ketidaktahuan, banyak perzinaan, banyak kalangan wanita dan jua sedikit kalangan laki – laki, sampai – hingga nanti orang hendak mengurus lima puluh orang perempuan  ” (hr bukhari muslim).

Berpakaian namun telanjang
menurut abu hurairah radhiyallahu anhu. Beliau mengungkapkan, rasulullah saw bersabda “ada dua kalangan yang hendak jadi penunggu neraka, keduanya belum sempat saya memandang mereka. Kesatu, kalangan (penguasa) yang mempunyai cambuk seperti ekor sapi yg dipakai buat memukul orang. Ke 2, perempuan   yg berpakaian tetapi telanjang, lenggang­lenggok sewaktu berjalan, mengayun­ayunkan bahu. Ketua mereka misalnya punuk (balik  unta). Kedua kalangan ini tidak hendak masuk nirwana, terlebih lagi tidak hendak mampu mencium bau harumnya. Sebetulnya keharuman nirwana itu hendak menghisap menurut jarak ekspedisi yg amat jauh” (hr muslim)

sikap insan masa kini  
dari aisyah radhiyallahu anhu. Ia mengatakan “aku  mendengar rasulullah saw bersabda” tidak hendak terjalin hari kiamat sampai – hingga seseorang anak jadi karena kemarahan (buat orang tuanya) , hujan hendak jadi panas, hendak meningkat banyak orang yang tercela dan pula hendak menurun orang yang baik, anak­anak jadi berani melawan orang tua, & juga orang yg jahat berani melawan orang­orang baik” (hr thabrani) anak jadi majikan ataupun tuan ibunya

dari umar bin al­khattab radhiyallahu anhu. (pada suatu hadis yg panjang) , … sehabis itu jibril bertanya kepada rasulullah saw “maka kabarkan kepadaku mengenai hari kiamat? ” kemudian nabi saw menanggapi, “orang yg ditanya nir lebih ketahui berdasarkan yg bertanya” hingga jibril mengatakan “jikalau begitu coba kabarkan kepadaku tandatandanya “maka nabi saw menjawab” jika hamba hendak melahirkan tuannya & juga engkau  memandang orang berjalan tanpa sepatu & juga orang yg bertelanjang lagi miskin yang cuma menggembala kambing itu berlomba­lomba buat membikin bangunan” (riwayat muslim)

peperangan demi peperangan
dari abu hurairah radhiyallahu anhu, pungkasnya rasulullah saw bersabda “hari kiamat nir hendak terjalin hingga – sampai harta barang berlimpah & pula mencuat banyak rekaan dan pula kerap terjadi” al­harj “. Sahabat bertanya “apakah al­harj itu wahai rasulullah? ” nabi saw menanggapi “perang, perang, perang” beliau mengucapkannya 3 kali. (hr ibnu majah)

perang pada dekat sungai eufrat (irak) karna berebut kekayaan
berdasarkan abu hurairah radhiyallahu anhu, bahwasanya rasulullah saw bersabda “nir terjalin hari kiamat hingga – hingga sungai eufrat (sungai efrat, irak) jadi surut airnya hingga – hingga nampak suatu gunung berdasarkan emas. Poly orang yang meninggal karna merebutnya. Hingga terbunuhlah 9 puluh 9 menurut seratus orang yang berperang. Dan juga masing­masing yang ikut dan menyampaikan “mudahmudahan akulah orang yg selamat itu” pada pada riwayat lain disebutkan “sudah dekat sesuatu masa di mana sungai furat hendak jadi surut airnya lalu nampak perbendaharaan menurut emas, sampai siapa aja yg timbul pada sana janganlah beliau merogoh suatu jua menurut harta tadi” (hr bukhari muslim)

[ada sebagian pihak yang melaporkan kalau kata emas di dalam hadis ini sesungguhnya minyak]

waktu merasa pendek
dari anas bin malik radhiyallahu anhu. Dia mengungkapkan, rasulullah saw bersabda “nir hendak terjalin kiamat sampai – sampai saat merasa pendek, hingga setahun dialami serupa sebulan, sebulan dialami serupa satu minggu, satu minggu dialami serupa satu hari, satu hari dialami serupa satu jam dan juga satu jam dialami serupa satu kilatan barah” (hr tirmidzi)

hilangnya tabiat amanah
menurut huzaifah bin al­yaman radhiyallahu anhu. Katanya, … “lalu jadilah orang berjual beli, hingga kira – kira aja tidak terdapat seseorang jua yg suka  menunaikan amanah, sampai – sampai dikatakan orang bahwasanya pada golongan bani fulan (di desa tertentu) itu terdapat seseorang yg amat baik memegang amanah, amat terpercaya & juga publik mengatakan “alangkah tekunnya ia dalam bekerja, alangkah indahnya pekerjaannya, alangkah cerdik otaknya. Sementara itu pada dalam hatinya sudah nir terdapat lagi keimanan sekali pula cuma seberat timbangan biji sawi. ” (hr bukhari & jua muslim).

Islam hendak pudar secara perlahan
berdasarkan huzaifah bin al­yaman radhiyallahu anhu. Beliau mengungkapkan, rasulullah saw bersabda “islam hendak sirna serupa hilangnya pola pada baju, sampai – hingga orang nir paham apakah yg dimaksudkan menggunakan puasa, apakah yg diartikan dengan shalat, apakah yang diartikan menggunakan nusuk (ibadah) , dan jua apakah yg dimaksudkan menggunakan sedekah. Al­quran hendak lenyap seluruhnya dalam sesuatu malam, hingga tidak masih ada yang tertinggal di permukaan bumi ini darinya meski cuma satu ayat. Sebetulnya yang masih ada cuma sebagian gerombolan  manusia, pada antara lain orang tua, laki – laki dan juga perempuan  . Mereka cuma sanggup menyampaikan, kami pernah menemui nenek moyang kami mengucapkan kalimat lailahaillallah, kemudian kami jua mengucapkannya pula ” (hr ibnu majah)

kapan hendak terjalin kehancuran?
Berdasarkan abu hurairah radhiyallahu anhu. Dia mengatakan “pada sesuatu hari kala nabi saw lagi berposisi pada sesuatu aktivitas dan jua berdialog menggunakan orang yg muncul, datang­tiba tiba seorang a’rabi (arab badui) kemudian dia bertanya kepada rasulullah saw” kapan hendak terjalin hari kiamat? “nabi saw terus aja berdialog. Sebagian yg muncul mengatakan “beliau (nabi saw) mendengar apa yg ditanyakan, tetapi persoalan itu nir disenanginya” sedangkan yg lain

mengungkapkan “sesungguhnya dia nir mendengar masalah itu” hingga – sampai kala nabi saw tuntas berdialog, dia bersabda “di mana orang yg bertanya tentang hari kiamat tersebut? “kemudian arab badui itu menyahut” ya! Saya wahai rasulullah “maka nabi saw bersabda” jika amanah telah disia­siakan sampai tunggulah hari kiamat “arab badui itu bertanya jua, ” apa yang diartikan dengan menyia­nyiakan jujur itu? “nabi saw menjawab” apabila urusan diserahkan kepada yg bukan ahlinya, sampai tunggulah kehadiran hari kiamat “ (hr bukhari)

kebinasaan umat islam
dari ummul mukminin, zainab binti jahsy (istri rasulullah saw) , beliau mengungkapkan, “ (pada sesuatu hari) rasulullah saw masuk ke dalam rumahnya dengan syarat takut sambil bersabda, lailahaillallah, celaka (binasa) buat bangsa arab dari kejahatan (malapetaka) yang sudah kira – kira mengenai mereka. Pada hari ini telah terbuka menurut bilik yakjud & juga makjud serupa ini “, dan jua baginda membangun ujung jari & jua ujung jari yang sebelahnya (jari telunjuk) yang dengan itu mengisyaratkan serupa bulatan. Saya (zainab binti jahsy) lalu bertanya “ya rasulullah! Apakah kami hendak binasa kebalikannya di golongan kami masih terdapat orang­orang yg saleh? “lalu nabi saw bersabda” ya, apabila kejahatan sudah sangat banyak” (riwayat bukhari & juga muslim)

pemicu kebinasaan seseorang
menurut abu hurairah radhiyallahu anhu. Ia berkata, rasulullah saw bersabda “akan datang sesuatu era di mana orang yang beriman tidak hendak mampu menyelamatkan imannya, kecuali kala beliau lari membawanya berdasarkan puncak  bukit ke zenit bukit yg lain, & juga berdasarkan sesuatu gua ke gua yang lain. Hingga kala era itu telah tiba, seluruh sumber pemasukan tidak bisa diperoleh kecuali dengan melaksanakan suatu yg menyebabkan kemurkaan allah swt. Jika ini sudah terjalin, sampai kebinasaan seorang adalah karna penuhi kehendak istri & juga anak­anaknya. Bahwa dia nir memiliki istri & jua anak, hingga musibah menimpanya karna penuhi kehendak orang tuanya. Dan pula jika orang tuanya telah tidak terdapat lagi, hingga musibah menimpanya karna menjajaki kehendak keluarganya ataupun karna menjajaki kehendak tetangganya “teman bertanya” wahai rasulullah saw, apakah iktikad perkataan kamu itu? “nabi saw menjawab” mereka hendak menghinanya menggunakan kesempitan hidupnya. Sampai kala itu sebetulnya ia telah menceburkan pribadinya ke jurang­jurang kebinasaan yang hendak menghancurkan dirinya” (hr baihaqi)

perselisihan yg poly
dari abi nijih ‘irbadh bin sariyah radhiyallahu anhu. Dia berkata “sudah menganjurkan kami rasulullah saw hendak satu nasihat yg menggetarkan hati kami & juga meneteskan air kami kala mencermatinya, lalu kami menyampaikan, ya rasulullah! Seolah­olah ini adalah petuah  yg terakhir sekali sampai berikanlah pesanan pada kami “beliau jua bersabda” saya berwasiat hendak kalian izin senantiasa bertakwa kepada allah dan juga mendengar dan taat (kepada pemimpin) sekali juga yang mengetuai kalian itu cuma seseorang hamba. Sebetulnya orang yang panjang usianya menurut kalian tentu ia hendak memandang perselisihan yang banyak. Hingga hendaklah kalian berpegang teguh dengan sunnahku & pula sunnah para khulafa ar rasyidin angkatan bahari (AL) mahdiyin (khalifah­khalifah yang mengenali kebenaran dan jua menemukan pimpinan ke jalur yg sahih) & juga gigitlah sunah­sunah itu dengan gigi geraham & juga jauhilah hal­hal yg baru (bid’ah ) yg diada­adakan, karna sebetulnya tiap bid’ah itu adalah sesat” (riwayat abu daud & jua tirmizi)

kalangan yg selamat
dari ‘auf bin malik radhiyallahu anhu. Beliau mengatakan, rasulullah saw bersabda “umat yahudi sudah terpecah­belah jadi 7 puluh satu kalangan, sampai cuma satu kalangan aja yg masuk surge dan jua yg 7 puluh hendak masuk neraka. Umat nasrani terpecah belah jadi 7 puluh dua kalangan, hingga 7 puluh satu kalangan masuk neraka & jua cuma satu kalangan aja yg masuk nirwana. Demi ilahi yg diriku di dalam kekuasaannya, umatku hendak terpecah belah jadi 7 puluh 3 kalangan, cuma satu kalangan aja yang masuk nirwana dan pula 7 puluh dua hendak masuk neraka. Sahabat bertanya “golongan mana yang nyaman? ” nabi saw menanggapi “mereka merupakan jamaah” (hr ibnu majah)

Iklan Atas Artikel

SPONSOR

Iklan Tengah Artikel 1

Sponsor

Iklan Tengah Artikel 2

SPONSOR