Dzikir Ini Dapat Menghapus Dosa Meski Sebanyak Buih di Lautan

Dzikir Ini Dapat Menghapus Dosa Meski Sebanyak Buih di Lautan

Dzikir termasuk sarana spiritualitas seorang hamba pada tuhannya. Banyak keutamaan dzikir di sebutkan dalam berbagai kitab. Salah satunya adalah Riyadh as-Shalihin karangan Imam an-Nawawi.


Dalam kitabnya itu, Imam Nawawi mengemukakan sebuah hadits riwayat Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda:


كَلِمَتانِ خَفِيفَتانِ علَى اللِّسانِ، ثَقِيلَتانِ في المِيزانِ، حَبِيبَتانِ إلى الرَّحْمَنِ: سُبْحانَ اللَّهِ العَظِيمِ، سُبْحانَ اللَّهِ وبِحَمْدِهِ


”Dua kalimat yang ringan diucapkan, namun berat dalam timbangan serta dicintai Allah yang Mahapenyayang adalah subhanallah wa bihamdihi, subhanallah al-Azhim.” (Muttafaqun ‘Alaihi disepakati oleh para ahli hadits).


Juga terdapat dalam hadits yang diriwayatkan Muslim dari Abu Malik Al-Asy’arie, inti maknanya adalah; kebersihan itu separuh dari iman dan Alhamdulillah dapat memberatkan timbangan, sedangkan Subhanalllah walhamdulillah didengar mereka yang ada di langit dan bumi.


Dalam hadits lain juga disebutkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:


سُبحانَ اللهِ والحمدُ للهِ ولا إلهَ إلَّا اللهُ واللهُ أكبَرُ أحَبُّ إليَّ ممَّا طلَعَتْ عليه الشَّمسُ


‘‘Subhanallah (tasbih), walhamdulillah (tahmid), wa laailaha illa Allah (tahlil), dan Allahu Akbar (takbir), lebih aku sukai dari apa yang matahari muncul atasnya.’‘ (HR Muslim)


Rasulullah SAW bersabda:


من قالَ: لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ، وحْدَهُ لا شَرِيكَ له، له المُلْكُ وله الحَمْدُ، وهو علَى كُلِّ شيءٍ قَدِيرٌ، في يَومٍ مِئَةَ مَرَّةٍ، كانَتْ له عَدْلَ عَشْرِ رِقابٍ، وكُتِبَتْ له مِئَةُ حَسَنَةٍ، ومُحِيَتْ عنْه مِئَةُ سَيِّئَةٍ،


“Siapa yang mengucapkan Laa ilaha Illa Allah wahdahu laa syarika lah, lahu al-Mulku, walahu al-Hamdu, wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir setiap hari 100 kali, maka baginya akan ditulis 10 keadilan budak, dicatat 100 kebajikan dan dihapuskan 100 kemiskinan.” (muttafaq alaih)


Riwayat lain menyebutkan:


من قال: سبحان الله وبحمده في يوم مائة مرة حطت خطاياه وإن كانت مثل زبد البحر.

“Dan, barang siapa yang membaca subhanallah Wabihamdihi setiap hari sebanyak 100 kali, maka baginya akan dihapuskan segala dosa walaupun dosanya itu laksana buih di lautan.’‘ (Muttafaq alaih).


Dalam masalah ini, Imam Nawawi juga menjelaskan keutamaan berdzikir bagi orang yang dalam keadaan duduk, berbaring, haid, atau junub.


إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ


الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ


”Sesungguhnya, dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,


(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi (seraya berkata),


‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka’.” (QS Ali Imran ayat 190-191).


Seperti diriwayatkan oleh Aisyah RA, Rasulullah SAW senantiasa menyebut nama Allah dalam keadaan apa pun.


وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ

”Dan, bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya dan janganlah kedua matamu berpaling.”(QS Alkahfi: 28).


Dalam keadaan apapun, bahkan, saat mau tidur pun, dianjurkan meningat Allah, baik di kala berdiri, duduk, dan berbaring.


Artikel Asli

Iklan Atas Artikel

SPONSOR

Iklan Tengah Artikel 1

Sponsor

Iklan Tengah Artikel 2

SPONSOR